SEKOLAH MASA PANDEMI, SAMPAI KAPAN?

Covid 19 bukan saja mematahkan roda perekonomian dunia, tapi juga pendidikan yang seolah terhentikan. Bukan jadi persoalan ringan untuk menghadapi dan menanggulanginya. Upaya penanganan kasus-kasus dalam rangtai covid 19 secara masif sudah dilakukan, namun semua butuh proses yang berlangsung lama dan entah sampai kapan semua berakhir. Dalam tulisan sederhana ini penulis ingin mengungkapkan segala keluh kesah fakta proses pembelajaran masa pandemi. Banyak hal yang perlu kita dengar, lihat, dan pahami dengan era teknologi yang begitu canggih saat ini. Keseimbangan secara geografis dan tingkat perekonomian masyarakat di seluruh negeri menjadi dasar yang harus dipertimbangan dengan penyelenggaran sekolah berbasis teknologi di tengah masa pandemi ini.

Banyak fakta yang sudah kita pahami bersama. Ternyata, keluhan demi keluhan menjadi isu nasional akibat proses pembelajaran dengan berbasis teknologi. Pesebaran pengembangan teknologi dirasakan belum menyeluruh dan tingkat pemahaman terhadap operasionalisasi teknologi belum banyak tenaga pendidik maupun masyarakat yang mampu mengelolanya dengan cukup baik. Di tambah dengan tingkat perekonomian masyarakat yang masih banyak di garis kemiskinan, apalagi situasi yang tengah melanda negeri dan berpotensi pandemi.

Menjadi persoalan besar, manakala proses pendidikan dilakukan dengan daring yang membutuhkan aplikasi internet dan tentu saja harus bermodalkan paket kuota atau pulsa. Hal tersebut sudah sangat banyak dikeluhkan oleh para guru dan orang tua. Suka tidak suka tetap harus menyelediakan kebutuhan proses pembelajaran bagi para putra-putri mereka. Kalo bicara tingkat kemampuan perekonomian di pusat-pusat kota, 85 % proses pembelajaran melalui daring bisa terlaksana, walaupun faktanya masih banyak kendala di lapangan. Masalah jaringan, fasilitas dan sarana di sekolah maupun di rumah, penerapan dan pengelolaan belajar online yang harus membutuhkan pertimbangan untuk kebutuhan emosional, psikologi para siswa dalam melaksanakan proses pembelajaran online.

Merdeka belajar, hal itu yang digaungkan oleh menteri muda kita, Mas Nadim Karim. Kemerdekaan dalam konsep administrasi dan penyelenggaraan pembelajaran, bisa saja sebagian masyarakat menyimpulkan dengan peribahasa tak ada rotan akar pun jadi, tetapi tidak demikian pemahamannya. Merdeka belajar tentu juga dibarengi dengan kemajuan teknologi yang sekarang ini sudah begitu pesatnya. Pertimbangan saat ini, proses pembelajaran diselenggarakan dengan online karena situasi yang memang tidak bisa memungkinkan antaraguru dan para siswa bertemu dalam kondisi normal belajar di lembaga sekolah. Seperti makan buah simalakama, serba sulit semua. Virus semakin merajalela dan tak kenal ampun. Menghadapi musuh tanpa wujud bukan persoalan mudah. Korban setiap hari terpapar sudah mencapai tingkat yang memprihatinkan, pemberlakuan new normal jadi tidak berarti lagi. Masyarakat sudah lalai untuk menahan diri dan melindungi diri dengan protokol covid 19. Oh negeriku… sehatlah negeriku.

Dikutip dari sumber https://suteki.co.id/7-dampak-positif-pandemi-covid-19-bagi-dunia-pendidikan/ bahwa Pandemi Covid-19 masih betah mengusik dunia. Berbagai upaya terus dilakukan agar segera dapat mengakhiri masa pandemi, juga agar pandemi tidak mencekik seluruh sektor kehidupan termasuk pendidikan. Di tengah pandemi yang terus melaju, dunia pendidikan tetap harus terus mendapatkan perhatian agar tidak terdampak buruk. Tentu kita tidak menginginkan pandemi Corona mengancam dunia pendidikan.

Eropa yang hari ini sangat berjaya dengan teknologi dan ilmu pengetahuan, pernah berada di masa “dark age”, masa di mana ilmu pengetahuan tidak diakui dan tertutup dengan kegelapan. Kemudian datanglah era perkembangan ilmu pengetahuan yang menghantarkan dunia pada episode baru yang dipenuhi dengan penemuan-penemuan. Pandemi Covid-19 juga menghantarkan dunia hari ini pada era kekhawatiran sekaligus tantangan. Di tengah kekhawatiran dan kecemasan, ada tantangan yang harus dilewati. Tantangan ini sesungguhnya dapat menciptakan peluang baru untuk mengatasi berbagai persoalan.

Menilik dari kacamata umum saat ini, pandemi Corona memang banyak menimbulkan ancaman bagi dunia pendidikan. Namun, kita dapat melihat dari sudut pandang berbeda sehingga ancaman dapat diubah menjadi peluang untuk memajukan dunia pendidikan. Pandemi Covid-19 yang dinilai membawa begitu banyak dampak negatif, ternyata juga membawa dampak positif bagi dunia pendidikan. Dampak positif ini dapat memotivasi untuk melewati masa-masa sulit agar tetap fokus meraih tujuan pendidikan Indonesia yang lebih maju.

1. Memicu Percepatan Transformasi Pendidikan

Pandemi Covid-19 yang datang tak diudang, menyebabkan penutupan sekolah-sekolah dalam upaya menghentikan pergerakkan pandemi. Sebagai gantinya, pemerintah telah memberlakukan sistem Pendidikan Jarak Jauh (PJJ). Sistem PJJ yang berbasis teknologi tentu mengharuskan lembaga pendidikan, guru, siswa bahkan orang tua agar cakap teknologi. Hal ini memicu percepatan transformasi teknologi pendidikan di negeri ini. Ini tentu berdampak positif karena penggunaan teknologi dalam pendidikan selaras dengan era Revolusi Industri 4.0 yang terus merangsek maju. Sumber: https://suteki.co.id/covid-19-picu-percepatan-transformasi-digital-pendidikan-indonesia/

2. Banyak Munculnya Aplikasi Belajar Online

Percepatan transformasi teknologi pendidikan karena pandemi Corona membuat berbagai platform meluncurkan berbagai aplikasi belajar online guna mendukung PJJ. Banyak munculnya aplikasi belajar online membuat belajar #DariRumahAja tetap dapat dilakukan dengan efektif. Aplikasi-aplikasi belajar online dikembangkan dengan penyediaan fitur-fitur yang memudahkan dalam melakoni belajar online. Salah satu aplikasi yang memiliki fitur yang keren, user interface yang friendly, teruji, dan andal adalah aplikasi eStudy. Aplikasi ini menjadi salah satu solusi PJJ yang sangat recomended untuk digunakan. Sumber : https://suteki.co.id/estudy-learning-anagement-system-solusi-pendidikan-jarak-jauh-pjj/

3. Banyaknya Kursus Online Gratis

Kursus online gratis mulai marak di tengah pandemi Covid-19. Banyak lembaga bimbingan belajar memberikan kursus online gratis atau ada yang memberikan dengan potongan harga.

4. Munculnya Kreativitas Tanpa Batas

Pandemi Corona membuat ide-ide baru bermunculan. Para ilmuwan, peneliti, dosen bahkan mahasiswa berupaya melakukan eksperimen untuk menemukan vaksi Covid-19. Seperti yang dilakukan oleh alumni UGM yang membantu mengatasi kekurangan masker dengan membuat masker yang bisa dicuci ulang. Tidak hanya itu, kreativitas lain yang juga tidak kalah menarik, seperti mahasiswa Rumah Bahasa UI yang menjadi relawan Covid-19 dan membantu mengedukasimasyarakat.Sumbermahasiswa UGM: ttps://ugm.ac.id/id/berita/19306-alumni-ugm-produksi-masker-yang-bisa-dicuci-ulangSumbermahasiswa UI:https://edukasi.kompas.com/read/2020/04/25/164216771/kisah-danti-relawan-rumah-bahasa-ui-edukasi-masyarakat-terkait-wabah-corona

5. Kolaborasi Orang Tua dan Guru

Selama masa pandemi ini, peserta didik tentu akan menghabiskan waktu belajar di rumah. Di mana ini menuntut adanya kolaborasi yang inovatif antara orang tua dan guru sehingga peserta didik tetap bisa menjalani belajar online dengan efektif.

Selain itu, kolaborasi yang inovatif dapat mengatasi berbagai keluhan selama menjalani belajar online. Ini akan memberikan dampak positif bagi dunia pendidikan baik di masa kini maupun masa mendatang.

Sumber : https://www.kompas.com/edu/read/2020/05/03/092749071/diskusi-mendikbud-dan-najwa-shihab-ini-dampak-positif-negatif-corona-di?page=all

6. Penerapan Ilmu di Tengah Keluarga

Saat semua sekolah ditutup dan #BelajarDariRumah, menjadi kesempatan bagi peserta didik untuk menerapkan ilmu di tengah keluarga. Baik hanya sekedar membuka diskusi kecil atau dengan mengajarkan ilmu yang diperoleh kepada keluarga. Ini berperan penting dalam meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap suatu ilmu dengan cara aplikasi secara langsung. Ilmu yang diaplikasikan secara langsung akan memberikan pengaruh tidak hanya pada yang mengaplikasikan namun juga bagi yang menerima pengaplikasian.

7. Membangun Mental Positif

Dr. Ibrahim Elfiky (Maestro Motivator Muslim Dunia ) dalam bukunya yang  berjudul Terapi Berpikir Positif mengatakan bahwa untuk melakukan perubahan positif dalam hidup, maka mulailah dengan Tawakal kepada Allah. Dengan begitu, kita akan mendapatkan kekuatan spritual untuk melakukan perubahan. Setelah itu ganti pikiran kita dengan pikiran positif, ini akan berpengaruh terhadap kondisi jiwa. Dalam Energy Medicine, Dr. Herbert Spencer dari Universitas Harvard mengatakan bahwa lebih dari 90% penyakit tubuh disebabkan oleh jiwa. Ini disebut dengan Psycho-Somatic Disease. Artinya, jiwa (psycho) berpikir dan memengaruhi tubuh (somo). Artinya kita memiliki tantangan untuk tidak memberikan ruang bagi mental negatif berkembang. Sebaliknya, kita harus membangun mental positif agar pandemi Corona tak dapat memberikan ancaman sedikitpun.

Semoga menjadi tambahan wawasan bagi pembacanya. Tetaplah berpikir positif dan berusaha untuk selalu menerima perubahan. Indonesia bisa. Sehatlah negeriku.

Pondok Cabe, Senin, 27 Juli 2020

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s